Argumen penelitian dan program

Setiap program memiliki "benang merah". Dengan kata lain, perancang program memiliki argumen untuk setiap program. Peneliti wajib memahami argumen itu. Mereka harus membuktikan apakah argumen itu benar atau justru salah. Mereka bisa juga mengatakan argumen programt tidak sepenuhnya terbukti. 

 

Ada pertanyaan Pak Syafrizal seperti ini:

Apakah argumen setiap penelitian yg dipahami bisa dijadikan solusi untuk memecahkan masalah sebuah penelitian Pak?

Jawaban:

Peneliti ingin menemukan sesuatu dari riset atau paper mereka. 

Apa yang ingin ia temukan biasanya dibuat dalam sebuah pendapat, kesimpulan, atau  point penting. 

Ketika ia menerangkan pendapat itu sebenarnya ia mempertahankan pendapat. 

Pendapat yang dipertahankan itu adalah argumen

Inti dari argumen riset adalah apakah masalah (variabel dependen) dapat dijelaskan oleh variabel independen. Apakah bariabel independen dapat menjelaskan variabel dependen. Peneliti berargumentasi bahwa  bukti-bukti yang dikumpulkan kuat untuk menenjukkan peran dari variabel independen terhadap var dependen.

Jadi peneliti ingin menunjukkan penjelasannya lebih benar daripada yang lain (yang menjadi penjelasan dari peneliti terdahulu).

Benar kata pak Syafrizal, isi pokok dari argumen adalah variabel independen. 

Biasanya yang dimaksud dalam pembicaraan Pak Syafrizal adalah kerangkanya seperti ini:

Independen -----> dependen

Program -----> Outcome

Program bidan desa -----> Kematian ibu 

Jika peneliti menemukan keberhasilan program bidan desa, maka kematian ibu menurun. Peneliti itu akan berargumentasi atau mempertahankan pendapatnya bahwa penurunan kematian ibu itu terjadi karena program bidan desa. Ia mati-matian mempertahankannya karena ia merasa yakin dengan bukti-bukti yang ia kumpulkan.

Mengapa ia harus mempertahankan hal itu? Peneliti lain mengatakan hal yang lain yang menyebabkan penurunan angka kematian ibu. Peneliti lain tidak sepakat dengan efek dari program bidan desa. Peneliti lain bahkan berpendapat bahwa pemerataan spesialis kebidanan justru yang menurunkan angka kematian.

Karena ada dua pendapat yang dapat menjelaskan alasan penurunan kematian: (1) program bidan desa dan (2) penyebaran spesialis di kabupaten, maka kita sering menyebutnya sebagai dua penjelasan yang berkompetisi.

Mengapa kita tidak melakukan kedua program itu? Inilah peran peneliti. Peneliti mencari mana yang lebih prioritas daripada yang lain. Peneliti harus membahas mengapa program bidan desa lebih prioritas daripada penyebaran dokter spesialis. Atau sebaliknya, peneliti lain membahas mengapa penyebaran spesialis lebih penting daripada bidan desa.


Daya tarik melakukan penelitian atau menjadi peneliti adalah justru karena ingin membuktikan mana yang yang lebih tepat jika kita ingin memperbaiki program.

No comments:

Post a Comment